Simulasi GNS3 dengan MS LoopBack Adapter pada Windows 7.

Selamat pagi, buat para rekan-rekan engineer semuanya. (Berhubung karena postingan ini dilakukan pada pagi hari.) ^_^

Dalam melakukan simulasi LAB menggunakan GNS3 atau yang lainnya, rekan-rekan sekalian sering menggunakan Virtual Mechine seperti Virtual PC, VMware, Virtual Box dll. Dimana hal ini dilakukan untuk mengakali harga hardware yang terbilang mahal dan boros tempat. Virtual Mechine sendiri telah membuat sejarah baru dalam dunia komputer, karena dalam satu komputer kita bisa menginstal lebih dari 1 system operasi dan dapat bejalan secara bersamaan. Selain itu kita bisa berpindah antar system operasi dengan sekali klik.

Pada postingan kali ini, saya akan mencoba penggunaan MS LoopBack pada simulasi GNS3. Tapi sebelumnya, apa itu MS Loopback (Loopback Adapter)? Loopback adapter adalah Virtual Network Adapter, dimana sistem yang bersifat standalone yang terkoneksi ke perangkat jaringan switch/router atau juga PC yang lain. Loopback adapter biasanya juga digunakan untuk menghubungkan antara sistem operasi yang sedang running dengan  sistem operasi yang ada di virtual mechine selain itu berguna untuk menginstall aplikasi-aplikasi yang mewajibkan Network dalam keadaan connected (IP up) salah satunya pada saat instalasi Active Directory pada Windows server.

Sebelum saya memberitahukan cara penggunaannya pada GNS3,  saya akan memberitahukan cara instalasinya pada Windows 7.

Baca entri selengkapnya »

Tinggalkan sebuah Komentar

Konfigurasi MPLS L3-VPN

 

Pada postingan kali ini saya akan mencoba berbagi cara konfigurasi MPLS menggunakan simulasi GNS3.

Hmmm… MPLS? Apa itu MPLS.

Menurut Wikipedia.

Multiprotocol Label Switching (disingkat menjadi MPLS) adalah teknologi penyampaian paket pada jaringan backbone berkecepatan tinggi. Asas kerjanya menggabungkan beberapa kelebihan dari sistem komunikasi circuit-switched dan packet-switched yang melahirkan teknologi yang lebih baik dari keduanya. Sebelumnya, paket-paket diteruskan dengan protokol routing seperti OSPF, IS-IS, BGP, atau EGP. Protokol routing berada pada lapisan network (ketiga) dalam sistem OSI, sedangkan MPLS berada di antara lapisan kedua dan ketiga.

Prinsip kerja MPLS ialah menggabungkan kecepatan switching pada layer 2 dengan kemampuan routing dan skalabilitas pada layer 3. Cara kerjanya adalah dengan menyelipkan label di antara header layer 2 dan layer 3 pada paket yang diteruskan. Label dihasilkan oleh Label-Switching Router dimana bertindak sebagai penghubung jaringan MPLS dengan jaringan luar. Label berisi informasi tujuan node selanjutnya kemana paket harus dikirim. Kemudian paket diteruskan ke node berikutnya, di node ini label paket akan dilepas dan diberi label yang baru yang berisi tujuan berikutnya. Paket-paket diteruskan dalam path yang disebut LSP (Label Switching Path).

Komponen MPLS:

  • Label Switched Path (LSP): Merupakan jalur yang melalui satu atau serangkaian LSR dimana paket diteruskan oleh label swapping dari satu MPLS node ke MPLS node yang lain.
  • Label Switching Router: MPLS node yang mampu meneruskan paket-paket layer-3
  • MPLS Edge Node atau Label Edge Router (LER): MPLS node yang menghubungkan sebuah MPLS domain dengan node yang berada diluar MPLS domain
  • MPLS Egress Node: MPLS node yang mengatur trafik saat meninggalkan MPLS domain
  • MPLS ingress Node: MPLS node yang mengatur trafik saat akan memasuki MPLS domain
  • MPLS label: merupakan label yang ditempatkan sebagai MPLS header
  • MPLS node: node yang menjalankan MPLS. MPLS node ini sebagai control protokol yang akan meneruskan paket berdasarkan label.

Untuk perancangan kali ini saya akan mencoba untuk menggunakan router cisco seri 3700 sebagai router CE dan router seri 7200 sebagai router PE, dimana kedua router tersebut menggunakan IOS versi 12.4 yang sudah support untuk MPLS.

Adapun topologinya sebagai berikut.

Baca entri selengkapnya »

Tinggalkan sebuah Komentar

Konfigurasi eBGP, OSFP Single area, EtherChannel, dan Load Balancing Ethernet (HSRP dan VRRP)

Pada postingan kali ini saya akan mencoba untuk menrancang topology sederhana yang biasa digunakan pada perusahaan-perusahaan untuk jaringan internalnya. Seperti biasa hanya menggunakan perangkat CISCO dan simulasi GNS3.

Langsung saja topologynya adalah sbb.

Baca entri selengkapnya »

Tinggalkan sebuah Komentar

Configuring Multihome BGP

Pada posting kali ini, saya akan mencoba untuk membagi salah jenis routing protocol yang paling banyak digunakan untuk jaringan eksternal yaitu routing protocol BGP (Border Gateway Protocol).

Menurut wikipedia.

Border Gateway Protocol disingkat BGP adalah inti dari protokol routing Internet. Protocol ini yang menjadi backbone dari jaringan Internet dunia. BGP adalah protokol routing inti dari Internet yg digunakan untuk melakukan pertukaran informasi routing antar jaringan. BGP dijelaskan dalam RFC 4271. RFC 4276 menjelaskan implementasi report pada BGP-4, RFC 4277 menjelaskan hasil ujicoba penggunaan BGP-4. Ia bekerja dengan cara memetakan sebuah tabel IP network yang menunjuk ke jaringan yg dapat dicapai antar Autonomous System (AS). Hal ini digambarkan sebagai sebuah protokol path vector. BGP tidak menggunakan metrik IGP (Interior Gateway Protocol) tradisional, tapi membuat routing decision berdasarkan path, network policies, dan atau ruleset. BGP versi 4 masih digunakan hingga saat ini . BGP mendukung Class Inter-Domain Routing dan menggunakan route aggregation untuk mengurangi ukuran tabel routing. sejak tahun 1994, BGP-4 telah digunakan di Internet. semua versi dibawahnya sudah tidak digunakan. BGP diciptakan untuk menggantikan protokol routing EGP yang mengijinkan routing secara tersebar sehingga tidak harus mengacu pada satu jaringan backbone saja.

Nah, untuk percobaan topology kali ini saya akan mencoba routing protocol tersebut dengan menggabungkan metode redistribute dengan routing protocol OSPF.

Untuk topologynya adalah sebagai berikut.

Baca entri selengkapnya »

Tinggalkan sebuah Komentar

Konfigurasi dan Verifikasi Policy-Based Routing (PBR) pada Cisco Router

Pada postingan kali ini saya akan mencoba berbagi dengan Anda sekalian salah satu metode yang ada pada Cisco Router yaitu Policy-Based Routing (PBR).

Policy-Based Routing adalah salah satu metode yang digunakan untuk mengatur flow network, atau dengan kata lain digunakan untuk mengatur alur data pada jaringan yang dirancang tanpa harus mengikuti Routing Table pada Router.

Agar flow jaringan yang dibuat tidak mengikuti Routing Table maka policy dari yang dirancang diletakkan/digenerate pada interface sebelum (inbound) data disalurkan pada jaringan router berikutnya yang akan dilalui (next hop router/next hop ip).

Oke, untuk lebih jelasnya saya akan mencoba membuat salah satu simulasi topology yang menggunakan Router Cisco 3700.

Baca entri selengkapnya »

2 Komentar

Dari Diriku, untuk Jiwaku

Untuk jiwaku yang sekarang sedang gundah, yang sekarang sedang gelisah…

Gelisah karena kau ingin segera tahu nasibmu kelak…

Apakah kau bisa membahagiakan keluargamu atau tidak?

Apakah kau bisa membahagiakan orangtuamu atau tidak?

Apakau kau bisa membahagiakan orang terkasihmu atau tidak?

 Sabarlah wahai jiwaku, upaya hari ini memang bukan untuk kau tuai hari ini. Kau diciptakan untuk jadi orang besar, untuk menjadi penerang disekitarmu, karena sebagian cahaya ada dalam dirimu.

 Jiwaku yang sedang berhenti dan bingung. Baca entri selengkapnya »

Tinggalkan sebuah Komentar

Redistribution OSPF & EIGRP

Pada poostingan kali ini saya akan mengarah pada topik untuk bidang jaringan komputer dimana sebagai pembelajaran bagi profesional network engineer.

Ok…
Tanpa basa-basi yang panjang, kali ini saya akan mencoba untuk membuat perancangan jaringan dengan menggunakan metode REDISTRIBUTE.

Redistribute? apa itu?
Secara garis besar, redistribution adalah metode routing protocol yang digunakan untuk menredestribusikan/meneruskan suatu routing protocol yang satu ke routing protocol yang lain agar dapat saling menukarkan/meng-advertise routing tablenya. Selain itu redistribution digunakan pula untuk meng-advertise semua IP yang terkoneksi didalam sebuah router baik pada IP interface fisik maupun loopback.

Pada prinsipnya router yang menjadi penghubung antara network dengan routing protocol yang berbeda akan menggunakan routing protocol sesuai dengan routing protocol yang dipergunakan oleh kedua network tersebut, misal interface F0/0 pada router tersebut berhubungan dengan network yang menggunakan EIGRP maka router tersebut harus menggunakan RIP dan pada F0/1 menggunakan OSPF maka router tersebut juga harus menggunakan OSPF sesuai dengan network tempat interface tersebut terhubung. Untuk membuat agar routing tabel yang dibentuk oleh EIGRP bisa diteruskan menuju ke OSPF maka dipergunakan redistribute RIP, dan sebaliknya agar routing tabel yang terbentuk pada OSPF bisa diteruskan menuju EIGRP maka dipergunakanlah redistribute OSPF. Disisi lain, dalam me-redistribusi suatu routing protocol ke routing protocol yang lain ada beberapa metric yang menjadi tolak ukur utama yang bisa di setting disaat meredistribusikan routing protocol tersebut.

Untuk teman-teman yang ingin mempelajari lebih jauh materi tentang redistribute bisa mencari materi CCNP untuk ROUTE.

Contoh topologi untuk simulasi redistribute kali ini adalah sebagai berikut.

Baca entri selengkapnya »

Tinggalkan sebuah Komentar

Konfigurasi dan Verifikasi EIGRP (Configuration and Verifying EIGRP)

Dibawah ini saya akan mencoba untuk membuat topologi jaringan dengan menggunakan routing protocol EIGRP. Dimana seperti yang kita ketahui bahwa EIGRP adalah routing protocol yang diciptakan oleh cisco system, sehingga hanya dapat diberlakukan/digunakan pada cisco router.

Jika teman-teman ingin belajar lebih jauh tentang routing protocol, saya pikir banyak blog maupun web dari master-master jaringan yang lain yang telah menjelaskan lebih detail, sehingga tidak usah saya harus mengulang-ulangnya lagi postingan kali ini.

 Untuk postingan kali ini, topology yang akan kita rancang adalah sebagai berikut dengan menggunakan GNS3. Adapun jenis router yang saya gunakan adalah jenis Router c3700.

Configuring and Verifying EIGRP

Baca entri selengkapnya »

Tinggalkan sebuah Komentar

LA TAHZAN INNALLAHA MA’ANA

♥ بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم ♥

Allah tidak pernah menjanjikan langit selalu biru.
Allah tidak pernah menjanjikan jalan hidup tanpa batu.
Allah tidak pernah janjikan matahari tanpa hujan.
Allah tidak pernah janjikan kebahagiaan tanpa kesedihan.
Allah tidak pernah janjikan kesuksesan tanpa perjuangan.

Kadang kita dapatkan kilat, petir dan badai tapi bukankah kita tahu ada pelangi setelah hujan?
Baca entri selengkapnya »

Tinggalkan sebuah Komentar

Renungkanlah…

Apakah kamu termasuk seperti ini?

Mengapa Anda lebih rela mentraktir pasangan Anda daripada mentraktir orang tua Anda sendiri?

Mengapa Anda ramah terhadap teman Anda tapi galak terhadap orang tua Anda?

Mengapa kamu suka membantu orang lain, namun sukar untuk membantu orang tua sendiri?

Berapa banyak dari Anda bisa membuat pasangan Anda tersenyum, tapi malah membuat orang tua menangis?

Mengapa Anda mudah mengucapkan terimakasih, tapi sulit melakukannya ke orang tua Anda?

Berapa banyak dari Anda yang ingat ulang tahun pacar/kekasih atau sahabat akan tetapi lupa akan ulang tahun orang tua Anda sendiri? Baca entri selengkapnya »

Tinggalkan sebuah Komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.